A. IDENTITAS
JURNAL
Judul
Jurnal : Eksplorasi terhadap Arsitektur Dekonstruksi
(2011)
Penulis : Mantiri Hyginus J.,
Makainas I.
Jumlah
Halaman : 14 (empat belas)
halaman
Sumber : www.ejournal.unsrat.ac.id
Instansi : Jurusan Arsitektur,
Fakultas Teknik, Unsrat
B. RINGKASAN
JURNAL
Istilah dekonstruksi lahir pada akhir abad ke-19, namun baru dikenal
secara luas sejak tahun 1967 setelah seorang filsuf Perancis keturunan Yahudi
bernama Jacques Derrida menerbitkan
karyanya berjudul “Of Grammatology”,
yang diakui sebagai fondasi awal terhadap segala karya tulis yang berhubungan
dengan kritik dekonstruktif.
dekonstruksi merupakan pengembangan dari langgam arsitektur
postmodern. Arsitektur dekonstruksi dikarakterisasikan menurut konsep-konsep
seperti fragmentasi (pemecahan), ketertarikan dalam memanipulasi permukaan suatu
struktur atau façade, serta
bentuk-bentuk non-rectilinear yang
menciptakan distorsi dan dislokasi terhadap elemen-elemen arsitektur tertentu,
seperti struktur dan selubung bangunan
Semenjak
awal kemunculan-nya, dekonstruksi telah menjadi salah satu ikon yang mampu
menarik minat para praktisi terhadap eksplorasi desain arsitektur. Penerapan
olahan bentuk geometri yang kadang secara sepintas terlihat sebagai sesuatu
yang absurd menjadi suatu keistimewaan tersendiri yang bertujuan untuk
menyampaikan ekspresi bangunan sebagai sebuah objek arsitektural yang
mengandung makna dan nilai-nilai estetika
Dekonstruksi
menurut Derrida adalah metode membaca teks secara teliti, sehingga
premis-premis yang melandasinya dapat digunakan untuk meruntuhkan argumentasi
yang disusun atas premis tersebut. Dengan demikian, dekonstruksi membuktikan
bahwa bibit kehancuran suatu teks ada dalam teks itu sendiri, berupa
inkonsistensi dan paradox dalam penggunaan premis dan konsep.
Dekonstruktivisme
dalam arsitektur menggariskan prinsip-prinsip penting sebagai berikut, bahwa:
•
Tidak ada yang absolut dalam arsitektur.
Tidak ada satu cara atau gaya yang terbaik, atau landasan hakiki dimana seluruh
arsitektur harus berkembang. Gaya klasik, tradisional, modern dan lainnya
mempunyai posisi dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
•
Tidak ada ontologi dan teologi dalam
arsitektur. Tidak ada tokoh atau figure yang perlu didewakan atau disanjung.
•
Dominasi pandangan dan nilai absolut dalam
arsitektur harus segera diakhiri. Perkembangan arsitektur selanjutnya harus
mengarah pada keragaman pandangan dan tata nilai.
•
Visiocentrism atau pengutamaan indera
penglihatan dalam arsitektur harus diakhiri. Potensi indera lain harus
dimanfaatkan pula secara seimbang.
•
Arsitektur tidak lagi identik dengan produk
bangunan. Arsitektur terkandung dalam ide gambar, model dan fisik bangunan,
dengan jangkauan dan aksentuasi yang berbeda. Prioritas yang diberikan pada
ide, gambar, model dan bangunan harus setara, karena ide, gambar dan model
tidak hanya berfungsi sebagai simulasi atau representasi gedung, tetapi juga
bisa.
Arsitektur dekonstruksi bisa lahir dari
pengaruh filsafat Derrida, sehingga disebut sebagai “dekonstruksi derridean”. Selain daripada itu, arsitektur
dekonstruksi juga bisa hadir sebagai produk pragmatis dan formal yang disebut
sebagai “dekonstruksi non-derridean”.
C. ULASAN
UKURAN PENULISAN
Berdasarkan
ulasan yang dilakukan pada aspek sistematika ukuran penulisan, diperoleh hasil
sebagai berikut :
No
Jenis/Aspek Penulisan
1.
Bahasa
menggunakan Bahasa Indonesia
2.
Program
pdf. File
3.
Jenis
Huruf Times New Roman No9L
4.
Ukuran Huruf 11
5.
Spasi 1,15
6.
Ukuran Kertas A4
7.
Jumlah
Halaman 14 (empat belas) halaman
D. ULASAN
KELENGKAPAN SISTEMATIKA
Berdasarkan
ulasan yang dilakukan pada aspek kelengkapan sistematika jurnal, diperoleh
hasil sebagai berikut :
1.
Judul
=
Ada
2.
Nama
dan alamat = Ada
3.
Abstrak
dan kata kunci abstrak = Ada
4.
Pendahuluan = Ada
5.
Hasil
dan Pembahasan = Ada
6.
Kesimpulan = Tidak Ada
7.
Saran
(opsional) =
Tidak Ada
8.
Daftar
Pustaka =
Ada
E. ULASAN
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Berdasarkan ulasan yang dilakukan pada aspek kelebihan dan
kekurangan setiap sistematika jurnal secara mendetail diperoleh hasil sebagai
berikut :
1.
Judul
Kelebihan :
-
Jelas,
karena judul tidak menimbulkan salah tafsir
-
Ringkas,
karena hanya terdiri dari 4 kata
-
Informatif,
karena memberikan pengetahuan kepada pembaca
-
Menggambarkan
substansi atau isi dari tulisan
-
Spesifik
2.
Nama
dan Alamat
Kelebihan :
-
Nama
penulis ditulis dengan jelas
3.
Abstrak
dan Kata Kunci
Kelebihan :
-
Abstrak
memiliki permasalahn pokok, pendekatan, data dan hasil penelitian
-
Abstrak
ditulis dalam bentuk dua paragraph
-
Jumlah
kata 216 kata, telah memenuhi syarat abstrak
Kekurangan :
-
Abstrak
hanya menggunakan bahasa Indonesia
4.
Pendahuluan
Kelebihan :
-
Terdapat
tinjauan pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber
Kekurangan :
-
Tidak
ditemukan tujuan yang dipaparkan penulis
-
Tidak
ditemukan manfaat penelitian yang dipaparkan penulis
5.
Hasil
dan Pembahasan
Kelebihan :
-
Terdapat
banyak sekali kutipan- kutipan dari berbagai sumber dan tokoh- tokoh penting
arsitektur dunia
-
Tahapan
pembahasan jelas dan runtut
-
Kalimat
dan kata yang penting di beri tanda Bold dan tanda Italic
-
Penjelasan
begitu mendetail
-
Pembahasan
penulis sudah mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
-
Terdapat
tinjauan pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber
Kekurangan :
-
Beberapa
kalimat dan paragraph sulit dipahami
6.
Kesimpulan
Kekurangan :
-
Tidak
adanya kesimpulan didalam jurnal ini
7.
Daftar
Pustaka
Kelebihan :
-
Daftar
pustaka ditulis sesuai dengan aturan penulisan dan sesuai dengan kutipan yang
terdapat dalam jurnal tersebut.
Kekurangan :
-
Tidak
ditulis menurut abjad huruf depan
No comments:
Post a Comment